Home Jawa Barat HdG Angklung Interaktif Garut
Booking!

HdG Angklung Interaktif Garut

Rp 125.000 Rp 75.000

Minimal Peserta 50 Orang

Contact Person :

Telp / Whatsapp : 089660271603

Dalam memeriahkan berbagai kegiatan pariwisata di Garut baik Outing ataupun Gathering. HdG menawarkan salah satu alat musik khas sunda yang sudah tidak asing lagi. HdG Angklung Interaktif Garut merupakan salah satu inovasi dari HdG.

Sebagai Trend Setter dalam berbagai kegiatan unik, sudah hampir lima tahun di Garut anda bisa memesan Angklung Interaktif untuk kegiatan Gathering di Garut. Selain itu Reuni dan juga berbagai kegiatan lainnya bisa diselipi permainan ini. Pengalaman yang sudah-sudah animo para peserta cukup tinggi dan antusias.

Jika anda ingin mendapatkan keterangan detail bisa langsung memesan Paket Wisata HdG, dimanapun rencana kegiatannya baik di Garut, Cikole Lembang, Ciwidey, Pangalengan ataupun Pangandaran.

HdG Angklung Interaktif bisa dikolaborasi dengan Team Building ataupun Capacity Building. Seperti kita ketahui Capacity Building biasanya memerlukan konsep yang jelas, team profesional dan man power yang ahli di bidangnya masing-masing agar tujuan kegiatan bisa tercapai.

Angklung Interaktif Garut

Angklung Performance Interaktif by HdG Team merupakan salah satu kegiatan yang cukup menarik buat peserta. Dikarenakan peserta yang hadir bukan hanya sebagai penonton dan penikmat akan tetapi mereka adalah memainkan angklung tersebut. Dengan durasi kurang lebih 1 sampai dengan 1,5 jam hanya dengan pengarahan dari instruktur sebentar. Semua peserta dipastikan bisa membawakan beberapa lagu hits dengan dipandu oleh instruktur.

Dengan kegiatan ini Otak bawah sadar peserta Angklung Performance Interaktif terkondisikan untuk melakukan kerjasama team yang kompak dan tepat. Untuk menghasilkan nada dan irama yang sesuai dengan instruksi dari intruktur yang memimpin perform tersebut.

Alat Musik Tradisional Angklung

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Asal Usul Angklung  (wiki)

Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Indonesia.

Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau.

Kemunculannya berawal dari ritus padi. Alat musik tradisional ini diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.

Jenis Bambu Angklung

Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu ater (awi temen), yang jika mengering berwarna kuning keputihan. Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Dikenal oleh masyarakat Sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya dimainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Jenis Alat Musik Angklung

  • Kanekes
  • Reyog
  • Banyuwangi
  • Bali
  • Dogdog Lojor
  • Gubrag
  • Badeng
  • Buncis
  • Padaeng
  • Sarinande
  • Angklung Toel
  • Angklung Sri-Murni

Ensemble Angklung

  • Klasik Padaeng
  • Angklung Solo
  • Arumba

Biasanya Angklung Interaktif menjadi salah satu additional paket wisata yang bisa anda pilih. Untuk para wisatawan yang belum pernah mencoba seperti apa angklung interaktif bisa melihat beberapa dokumentasi foto dan video di artikel ini. Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu ini memang menghasilkan suara yang unik. Jika dimainkan bersama-sama menghasilkan perpaduan suara yang luar biasa.

Seperti saat rombongan Gathering di salah satu Hotel di Garut memilih paket ini dari HdG. Para peserta yang malakukan kegiatan Wisata di Sabda Alam, Outing Alamanda, Paket Kamojang Green ataupun Gathering Kampung Sampireun mengikuti performance angklung dari HdG, biasanya terkesima. Karena diluar dugaan mereka bisa membawakan beberapa lagu-lagu hits hanya dengan berlatih beberapa belas menit saja dari instruktur.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “HdG Angklung Interaktif Garut”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

271FansLike
0FollowersFollow
363FollowersFollow
25FollowersFollow
27SubscribersSubscribe

Info Artikel Terbaru

%d bloggers like this: