Sukabumi

Sukabumi merupakan kabupaten dengan tingkat kunjungan paling tinggi di Jawa Barat mengalahkan Kabupaten Garut. Apalagi saat ini Garut mulai menurun tingkat okupansinya dan diprediksi akan kalah dengan perkembangan wisata Pangandaran yang melakukan pembenahan di berbagai sektor.

Sejarah Kota dan Kabupaten Sukabumi bermula dari pembukaan lahan perkebunan kopi di wilayah Priangan barat di masa pemerintahan kolonial VOC.

Karena besarnya permintaan akan komoditas kopi di Eropa, di tahun 1709 Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck mulai membuka perkebunan kopi di daerah Tjibalagoeng (Bogor), Tjiandjoer, Djogdjogan, Pondok Kopo, dan Goenoeng Goeroeh.

Perkebunan kopi di kelima daerah ini lalu mengalami perluasan dan peningkatan di era pemerintahan Gubernur Jenderal Hendrick Zwaardecroon (1718-1725), dimana Bupati Tjiandjoer saat itu Wira Tanoe III mendapatkan perluasan wilayah dari Zwaardecroon dengan syarat adanya pembukaan ladang-ladang kopi baru di wilayah tersebut.

Dari sisi kekayaan pariwisatanya hampir mirip dengan Garut, dimana di tempat terkenal dengan Gurilaps. Berbagai jenis wisata dari mulai wisata Gunung, Rimba, Laut, Pantai dan Sungai. Hampir sama dengan kabupaten Garut dimana terdapat berbagai varian pilihan destinasi rekreasi yang cukup lengkap.

Sektor pariwisata menjadi sektor yang juga potensial untuk dikembangkan di Kabupaten tersebut.

Letak geografis Kabupaten Sukabumi yang strategis menyebabkan beragamnya potensi obyek dan daya tarik wisata yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, mulai dari wisata alam Gurilaps (gunung, rimba, laut, pantai dan sungai), wisata budaya, dan wisata minat khusus.

Sebagai salah satu Kabupaten tujuan wisata di Jawa Barat, obyek dan daya tarik wisata ini sangat potensial untuk menunjang perekonomian daerah. Terdapat 50 obyek wisata yang memberikan dukungan terhadap perekonomian Kabupaten Sukabumi, meliputi 34 wisata alam, 8 wisata buatan dan 8 wisata minat khusus.

Jika dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, setiap tahun kecenderungannya mengalami peningkatan khususnya wisatawan domestik. Pada tahun 2014 arus kunjungan wisatawan domestik ke obyek wisata meningkat 6,93% dibandingkan tahun sebelumnya.

Showing all 3 results

Stay Connected

271FansLike
0FollowersFollow
363FollowersFollow
25FollowersFollow
27SubscribersSubscribe

Info Artikel Terbaru