BMKG Pastikan Gempa Malang Tak Terkait Lombok

346

Setelah kejadian Gempa Lombok, kali ini Malang diguncang Gempa dan cukup membuat warga sekitar agak panik. Kota Kepanjen Malang diguncang gempa berkekuatan 5,1 Skala Richter (sebelumnya tertulis 5,2 SR), Rabu (8/8/2018) sekitar pukul 13.09 WIB.

Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa pada kedalaman 70 km di Malang dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault). Guncangan gempa ini dilaporkan telah dirasakan oleh masyarakat di daerah Malang, Karangkates dan Blitar pada skala intensutas III MMI, Tretes, Tulungagung, Lumajang, Yogyakarta, Kuta pada skala intensitas II MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut,” ujar dia.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa di Malang tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Gempa Malang ini merupakan gempa subduksi yang tidak ada kaitannya dengan gempa Lombok. Karena Gempa lombok dipicu aktivitas sesar dan jaraknya cukup jauh dari zona subduksi selatan Malang.

“Masyarakat diimbau agar tetap tenang,” ujarnya. Gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (8/8). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 13.09 WIB

Titik gempa berjarak 68 km baratdaya dari Kabupaten Malang. Pusat gempa terletak di 8.80 lintang selatan dan 112.46 bujur timur. Gempa terjadi pada kedalaman 13 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tak berpotensi tsunami.

KOMENTAR