Objek Wisata di Yogyakarta Yang Menarik Untuk Dikunjungi

373

Objek Wisata di Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah daerah yang dikenal dengan kota pelajar ini tidak hanya memiliki perguruan tinggi lebih dari tujuh puluh perguruan tinggi. Setiap orang yang berada di sana akan merasakan kenyamanan tersendiri dan sulit untuk beranjak darinya. Kenyamanan tersebut didukung dengan berbagai objek wisata yang tersedia di setiap sudut Kota Yogyakarta.

Objek Wisata di Yogyakarta Yang Menarik Untuk Dikunjungi

Objek Wisata di Yogyakarta

Yogyakarta yang diistimewakan karena pada era saat ini gubernur yang memimpin wilayah DIY adalah Raja dari Kerajaan Mataram. Bahkan istana atau keraton Yogyakarta pun dibuka sebagai tempat wisata yang bisa dikunjungi berbagai wisatawan baik domestik maupun wisatawan asing. Liburan Anda di Keraton Yogyakarta tidak akan terhenti di sana saja. Di sekitar kawasan tersebut juga terdapat objek wisata di Yogyakarta lain, mari intip beberapa wisata di kawasan ini.

1. Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Tak jauh dari Keraton Yogyakarta terdapat sebuah museum namanya adalah Museum Kereta. Semua kereta peninggalan Raja Mataram yaitu dar Sri Sultan Hamengkubuwono ke 1 hingga sekarang tersimpan dan dijaga dengan rapi pada Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Tempat wisata satu ini sangat tepat untuk buah hati dan kerabat Anda untuk menambah dunia edukasi terutama sejarah Kerajaan Mataram Yogyakarta. Ini Merupakan Objek Wisata di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi.

2. Pemandian Raja Tamansari

Pada jaman dahulu Pemandian Raja Tamansari hanya boleh dimasuki oleh raja san beserta keluarganya saja. Tamansari merupakan istana air yang dijadikan tempat mandi oleh para permaisuri raja dengan bangunan yang memiliki arsitektur indah antara perpaduan kebudayaan Hindu, Budha dengan kebudayaan Eropa dan Cina yang telah dilengkapi dengan beberapa lorong rahasia yang menyimpan kisah pada jaman dahulu.
Lokasi Tamansari terletak di belakang Keraton Yogyakarta. Awal mula dibangunnya pemandian ini berdasarkan gagasan dari Raja Sri Sutan Hamengkubuwono ke 1 sebagai wujud penghargaan bagi istri-istrinya yang telah turut membantu di saat peperangan berlangsung.

Wisatawan yang datang melalui pintu utama objek wisata Tamansari maka wisatawan akan langsung disuguhkan dengan keindahan kolam. Gemercikpancuran kolam dengan air yang berwarna biru menambah keindahan Anda ketika berada di sana. Kawasan Taman Sari sendiri terbagi atas 3 area yakni Umbul Kawitan yang merupakan tempat bagi para puteri, umbul Pamuncar untuk para selir, dan juga ada Umbul Pamungkas hanya untuk Sang Raja. Ini Merupakan Objek Wisata di Yogyakarta yang layak di kunjungi.

3. Masjid Bawah Tanah dan Sumur Gemuling

Tempat lain yang dapat dikunjungi dan sepaket dengan Tamansari adalah masjid yang berada di bawah tanah dan Sumur Gemuling. Untuk dapat berada di sana wisatawan akan melewati lorong bawah tanah yang terkadang pada setiap sudutnya terdapat beberapa pengamen. Lorong ini juga dilengkapi dengan anak tangga.

Sumur Gemuling pada awalnya merupakan sebuah masjid yang digunakan untuk peribadatan raja dan kerabat. Desain arsitektur bangunan ini terbilang cukup unik, karena tempat untuk imam berada pada podium persegi yang dikelilingi oleh 5 anak tangga,

4. Masjid Agung Yogyakarta

Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata religi tidak perlu khawatir karena pada kawasan Keraton Yogyakarta terdapat masjid yang berada di depan sebelah barat keraton. Masjid tersebut adalah Masjid Agung Yogyakarta, bangunan ini pertama kali didirikan pada jaman pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Bangunan Masjid Agung Yogyakarta memiliki beberapa ruang yang dimulai dari halaman masjid kemudian berlanjut ke serambi masjid dan ruang utama masjid. Pada halaman masjid juga tersedia lima pintu yang bisa digunakan untuk memasuki halaman masjid, 1 pintu terletak di sebelah timur masjid sebagai pintu utama dan keempat pintu lainnya berada di dua sisi yaitu dua di sisi kanan dan dua di sisi kiri.

5. Alun-Alun Kidul

Kawasan Keraton Yogyakarta berada diantara 2 lapangan besar atau sering disebut dengan alum-alun. Kedua alun-alun tersebut diberi nama sesuai dengan letaknya dengan bahasa Jawa yaitu alun-alu yang berada di sebelah utara dinamai alun-alun lor dan alun-alun yang berada di bagian selatan adalah alun-alun kidul.

Alun-alun Kidul menawarkan beberapa aktivitas hiburan yang bisa dinikmati para wisatawan dari pagi hingga dini hari. Di pagi hari alun-alun kidul difungsikan untuk tempat olahraga. Beberapa alat peraga olahraga juga telah terpasang di sekitar tepi jalan alun-alun. Selain itu Anda juga bisa melakukan olahraga sendiri. Dapat bersepeda atau sekedar jalan santai di sana, saat tiba akhir minggu di alun-alun kidul juga sering diadakan senam sehat.

Pada suang hari pun tempat ini tidak sepi, terkadang pada hari minggu sering digunakan untuk lomba dadakan kontes burung dan lomba lainnya. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke alkid pada siang hari ingin mencoba melewati dua pohon beringin yang berada di tengah-tengah alun-alun, menurut mitos setiap orang yang bisa berjalan lurus dan melewati tengah kedua pohon tersebut maka semua keinginannya akan dikabulkan.

Menjelang sore, Alkid ramai oleh wisatawan rombongan keluarga dan para pemuda pemudi yang ingin menghabiskan waktu untuk berjalan santai atau untuk sekedar duduk di tepi trotoar. Bagi para pencinta kuliner tempat ini menyediakan beragam makanan yang dapat dibeli hanya dengan uang lima ribu, diantaranya adalah bakso bakar, tahu gejrot, cilok, bakwan kawi dan juga aneka makanan lainnya.

Alun-alun akan lebih ramai pengunjung ketika tiba malam hari, di sini banyak wisatawan yang berkunjung untuk menikmati indahnya kendaraan odong-odong yang dihiasi dengan lampu. Anda sekeluarga dapat bermain odong-odong atau sepeda kayuh yang diiringi dengan musik, bentuk dari kendaraan pun beragam dari tokoh kartun, binatang, dll. Tarif untuk menaiki wahana tersebut berkisar antara 15 ribu hingga 30 ribu untuk 2 sampai 6 orang.

6. Sentra Pembuatan Bakpia

Selain gudeg, makanan yang bisa Anda bawa pulang untuk keluarga sebagai buah tangan atau oleh-oleh adalah bakpia. Tidak jauh dari Keraton dan dekat dengan Malioboro terdapat sentra pembuatan bakpia dari berbagai macam toko bakpia di seluruhYogyakarta, Anda bisa memilih bakpia mana yang menjadi kesukaan keluarga.

Orang Yogyakarta lebih mengenal sentra pembuatan bakpia ini dengan sebutan “patuk”. Di tempat ini Anda tidak hanya membeli bakpianya saja, namun bisa melihat secara langsung pembuatan bakpia dari awal pemilihan isi bakpia yaitu kacang ijo, pembuatanadonan kulit bakpia hingga proses pemasakan dan pengemasan bakpia. Anda juga bisa membeli jenis makanan lain asal Yogyakarta yang juga di jual di sentra bakpia.

7. Pasar Beringharjo

Kurang lengkap rasanya bila sudah berada di Kota Yogyakarta. Namun belum datang ke pasar tradisional yang paling terkenal yaitu Pasar Beringharjo. Pasar tradisional kedua yang berada di sekitar kawasan Keraton Yogyakarta menjual berbagai aneka baju dan kosmetik baik.  Ukuran bermacam-macam ada yang grosir maupun ecer. Kebanyakan pedagang dari daerah lain juga bertangan ke pasar ini untuk kulakan lalu dijual kembali.

Kebanyakan penjual pakaian seperti batik menjual barang dagangan mereka dengan sistem grosir, minimal pembelian harus satu seri atau tiga unit. Hal tersebut sangat menguntungkan untuk para pedagang eceran yang ingin kulakan barang. Namun Anda tidak perlu khawatir karena terdapat penjual yang menjual barang dagangnya dengan eceran.
Lengkapnya barang yang dijual di pasar ini termasuk perlengkapan kosmetik dan pengantin juga berpusat di Pasar Beringharjo. Menjadikan para perias melengkapi perlatan dan bahan-bahan kosmetik lainnya. Dan apabila Anda penggemar kuliner nanti saat berada di depan pintu Pasar Beringharjo akan Anda jumpai penjual pecel.

8. Malioboro

Destinasi yang tidak pernah terlewatkan oleh para wisatawan ketika berkunjung ke Kota Yogyakarta adalah Malioboro. Berbagai macam pernak-pernik dan benda khas dari Yogya dijual di pinggir jalan kanan dan kiri jalan Malioboro. Tempat ini terbilang unik karena penjual pernak-pernik dan benda lain asal kota gudeg. Berupa lapak kecil yang berjejer di setiap ruas depan ruko.

Kenyamanan tentang Yogyakarta sangat terasa di sini. Anda dapat menemukan banyak andong dan becak yang akan siap mengantar ke mana pun jika Anda merasa lelah berjalan. Di ujung jalan Malioboro terdapat banyak hiburan yang sering digunakan pengunjung untuk mengabadikan rekreasinya dengan foto. Di sana juga akan ramai pemuda pemudi nongkrong sampai tiba waktu dini hari. Ini Merupakan Objek Wisata di Yogyakarta yang paling banyak dikunjungi.

 

KOMENTAR