Perizinan Wisata Nomadik Gratis di Kabupaten Bandung

Salah satu Paket Wisata yang sedang dipublikasikan dan disosialisasikan oleh HdG Team adalah Paket Wisata Nomadik dengan beberapa Destinasi diantaranya Cikole, Ciwidey dan Pangalengan. Seperti kita ketahui hanya dalam jangka waktu dua bulan sudah ribuan tamu yang memesan langsung Paket Wisata ini kepada HdG Team.

Paket Wisata Lembang dengan additional pilihan kegiatan Offroad Cikole menjadi andalan pertama yang digeber oleh HdG Team untuk dijadikan tempat penyelenggaraan Gathering beberapa perusahaan akhir tahun 2018 ini. Selain itu Wisata Nomadik yang diprediksi oleh Menteri Pariwisata menjadi Trend para wisatawan lokal dan Turis Milenial. Mulai awal tahun 2019  HdG Team juga akan menawarkan Paket Wisata Nomadik di beberapa destinasi lokasi lainnya yang cocok dan potensial untuk pelaksanaan Nomadic Tourism.

Wisata Nomadik HdG Cikole Lembang Bandung

Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, siap membantu pengusaha di sektor pariwisata untuk membangun wisata nomadik (nomadic tourism) dengan memanfaatkan potensi daya tarik wisata alam. Beberapa kawasan potensial yang bisa ditemukan di Kabupaten Banding antara lain hutan, danau, gunung, dan perkebunan.

Bandung memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, terutama di Bandung Barat. Mulai dari hutan, danau, gunung, hingga perkebunan, terhampar cantik dan menarik dikunjungi wisatawan. Wisata nomadik atau amenitas yang bisa berpindah-pindah seperti glamping (glamour camping), dianggap cocok oleh Kementerian Pariwisata untuk mengakomodasi wisatawan di Bandung.

Ide itu disambut baik oleh Pemkab Bandung. Demi memudahkan pengusaha sektor pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung siap memberikan rekomendasi dan izin membangun wisata nomadik secara gratis.

“Ini telah kami buktikan ketika pengusaha membangun Glamping Lakeside Rancabali, Ciwidey. Kami beri izin gratis. Tanpa uang untuk sebatang rokok pun,” kata Agus Firman Zaeni, Kadisparbud Bandung.

Meski gratis, Agus menyatakan pengusaha wisata nomadik tetap harus bekerja sama dengan pengelola lahan yaitu Perum Perhutani, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD).

“Kami siap membantu pengusaha untuk memanfaatkan potensi alam tersebut menjadi obyek wisata yang menarik tetapi tetap mengedepankan konservasi alam dan mensejahterakan masyarakat setempat,” imbuh Agus.

Retribusi dan uang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) memang tidak masuk ke pemkab Bandung akibat penggratisan izin tersebut. Namun manfaat ekonomi yang dirasakan warga setempat lebih besar berkat meningkatnya lapangan kerja di sektor pariwisata dan belanja wisatawan.

Wisata nomadik memang menjadi salah satu program unggulan Kemenpar. Program itu terus dikembangkan di sejumlah destinasi unggulan di Tanah Air seperti Bali, Lombok, Jawa Barat, dan Belitung.

“Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai nomadic tourism memiliki nilai ekonomi tinggi dan treatment-nya juga relatif mudah sehingga menarik para pelaku industri pariwisata. Konsep ini cepat memberikan keuntungan komersial,” papar Kepala Biro Komunikasi Publik Guntur Sakti.

Mudah-mudahan dengan berbagai kemudahan Perizinan untuk Wisata Nomadik yang kini digratiskan di Kabupaten Bandung, bisa menarik para pengusaha dan investor yang berpikiran maju dan senang dengan inovasi untuk ikut mengembangkan salah satu konsep wisata yang mempunyai daya tarik wisatawan dan magnet bagi kurang lebih 27 juta wisatawan asing yang ingin menikmati Nomadic Tourism di Indonesia.

KOMENTAR