Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu – Kota Lembang memang memiliki potensi wisata yang luar biasa. Kota ini memiliki banyak sekali wisata populer yang selalu menjadi tempat tujuan wisatawan saat melaksanakan liburan. Salah satu Tempat Wisata di Lembang Bandung yang populer adalah Gunung Tangkuban Perahu. Saya yakin sudah mengenal gunung ini karena sejarah gunung ini selalu menjadi trend di masyarakat Indonesia.

Mungkin untuk mengingatkan Anda kembali mengenai sedikit sejarah gunung ini saya akan ceritakan kembali reviewnya.

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Sejarah tentang gunung ini memang dari anak – anak hingga orang dewasa pastinya akan tahu karena sering di filmkan di televisi nasional Indonesia. Bahkan film tersebut meskipun di ulang – ulang tetap saja disukai dan selalu banyak penontonnya.

Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa seorang putri raja yang mempunyai paras yang cantik dan cerdas namun memiliki sifat yang manja bernama Dayang Sumbi. Ia kemudian menikah dengan seekor Anjing karena sebuah janjinya. Suatu ketika si putri tersebut dikaruniai seorang anak yang diberi nama Sangkuriang.  Setiap harinya si anak tersebut selalu bermain dengan Anjing yang merupakan ayahnya, namun si anak tersebut tidak mengetahuinya.

Waktu demi waktu berlalu hingga Sangkuriang tumbuh dewasa. Suatu ketika ibunya tersebut menyuruh Sangkuariang, anaknya tersebut untuk berburu ke hutan. Kemudian sianak tersebut mengikuti perintah ibunya dan berjanji akan mendapatkan buruan dan sebelum mendapatkan buruannya dia berjanji tidak akan pernah pulang.

Berangkatlah Sangkuriang ke hutan dengan ditemani ayahnya. Waktu terus berlalu dan sangkuriang belum mendapatkan satu buruanpun, hingga akhirnya malampun tiba. Sangkuriang merasa resah dan tak tahu harus berbuat apa. Suatu ketika Sangkuriang melihat seekor Anjing (ayahnya) dan dia mulai berpikir untuk memanah Anjing tersebut untuk dijadikan buruannya. Sangkuriangpun sebenarnya terpaksa melakukan hal tersebut karena dia sudah berjanji kepada ibunya tidak akan pulang sebelum mendapatkan buruan.

Setelah memanah si anjing tersebut akhirnya Sangkuriang membawa buruannya tersebut pulang untuk diberikan kepada ibunya. Dayang Sumbi langsung memasak buruan sangkuriang untuk disajikan sebagai menu makan. Ketika makan Dayang Sumbi merasa aneh tidak melihat Tumang si Anjing yang merupakan ayah Sangkuriang. Hingga akhirnya ia bertanya kepada anaknya. ” Nak, dimanakah Tumang ?  ” “Ibu kok tak melihatnya dari tadi ? “

Dengan tubuh yang gemetar Sangkuriang pun menjawab ” Ibu, daging yang ibu masak ini adalah dagingnya tumang (Ayahnya sendiri). Dengan marahnya Dayang Sumbi langsung menagis dan memukul Sangkuriang di keningnya hingga menimbulkan bekas  luka yang lebar. Akhirnya karena merasa sakit hati Sangkuriang pergi dari rumahnya.

Waktu terus berlalu, hari demi hari, bulan demi bulan tahun demi tahun terus berlalu. Suatu ketika Sangkurian bertemu kembali dengan gadis cantik yang tidak lain adalah ibunya sendiri Dayang Sumbi. Mereka tidak mengenal satu sama lainya hingga mereka mejali sebuah hubungan yang special. Suatu ketika Sangkuriang berniat untuk melamar gadis tersebut dan Dayang Sumbi dengan senang hati menerima lamarannya tersebut.

Sehar sebelum pernikahan, Dayang Sumbi saat mengelus rambut calon suaminya, dia melihat ada bekas luka yang lebar di keningnya dan pada saat ini ia langsung teringat pada Sangkuriang anaknya. Ia bertanya – tanya terus asal – usul dari calon suaminya tersebut dan akhirnya Dayang Sumbi menyadari bahwa yang akan ia nikahi adalah anaknya sendiri. Mengetahui hal tersebut, akhirnya dayang sumbi berpikir keras untuk menggagalkan rencananya tersebut untuk menikahi Sangkuriang.

Akhirnya ia mengajukan syarat yang tak mungkin dipenuhi oleh Sangkuriang yaitu Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar.

Namun sang ibu tidak mengetahui bahwa sebenarnya Sangkuriang telah menjadi sakti. Dengan meminta bantuan para Jin akhirnya Sangkuriang hampir menyelesaikan syarat yang diajukan oleh Dayang Sumbi. Dayang Sumbi akhirnya sangat merasa khawatir dan mulai berpikir keras untuk menggagalkan syarat yang diajukanya tersebut. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah cara supaya jin anak buahnya sangkuriang tidak bisa membatu sangkuriang kembali. Dengan berdoa kepada Dewa supaya mempercepat datangnya pagi.

Ayam Jantanpun berkokok, matahari terbit namun syarat yang diajukan Dayang Sumbi belum selesai. Sangkuriang merasa aneh karena pagi lebih cepat dari biasanya. Ketika itu Sangkuriang merasa telah ditipu. Dengan sangat marah, akhirnya Sangkuriang mengutuk Dayang Sumbi dan menendang bendungan yang berbentuk seperti perahu, yang hampir jadi ke tengah hutan.

Perahu tersebut terletak disana dalam keadaan terbalik dan membentuk sebuah Gunung yang melengkub. Hingga pada saat itulah gunung tersebut diberi nama Gunung Tangkuban Perahu. Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.

Itulah Sejarah Gunung Tangkuban Perahu Bandung. Bagi Anda yang masih ingin tahu Sejarah Gunung Tangkuban Perahu secara lengkap bisa melihat di website aslinya.

 

KOMENTAR