Takut Arung Jeram Karena Tak Bisa Berenang? Ini Solusinya

Takut Arung Jeram Karena Tak Bisa Berenang? Ini Solusinya – Tips Rafting yang aman bagi para wisatawan yang ingin merasakan sensasi berarung jeram akan tetapi tidak bisa berenang dan takut tenggelam akan saya share disini. Menjelang bulan november 2018 hujan mulai turun sehingga banyak yang mulai kembali melirik wisata arung jeram di Garut yang sepi pada saat musim kemarau kemarin

Arung Jeram atau rafting saat ini jadi salah satu alternatif berwisata kecuali berkunjung ke tempat wisata di Garut yang biasa dan standar. Tetapi, tak kebanyakan orang berani menjajal wisata ekstrim ini. Umumnya orang takut tenggelam lantaran tak dapat berenang serta kecemasan yang lain.

Takut Arung Jeram Karena Tak Bisa Berenang? Ini Solusinya


“Walau sebenarnya, arung jeram yang dikerjakan sesuai sama prosedur serta ketatapan yang diputuskan, arung jeram dapat jadi wisata yang sangatlah mengasyikan, ” Kata Miki Setya, Salah satu pengelola Progo Xventours di Kota Magelang, Kamis (23/4/2015).

Menurut Miki, ada banyak hal yang perlu di perhatikan saat sebelum wisatawan terjun menyusuri sungai, seperti mengetahui type, ciri-ciri, serta grade (tingkat jeram) sungai tersebut. Miki mengatakan, di lokasi Magelang ada dua sungai yang kerap jadi tempat wisata arung jeram, yaitu Sungai Elo dan Sungai Progo Atas serta Bawah.

Takut Arung Jeram

“Sungai Progo sisi atas dan Sungai Cimanuk Garut, masuk grade 3 serta Kali Elo grade 2 hingga masuk kelompok aman untuk pemula serta anak-anak diatas delapan th., bahkan juga untuk yg tidak dapat berenang sekalipun, terutama untuk beberapa spot aman arung jeram untuk anak-anak dan para pemula bisa dicoba di Sungai Cimanuk Garut”

Sedang, sungai Progo sisi bawah termasuk juga grade tinggi pada 4 hingga 5, berarti sungai itu mempunyai arus sungai kuat serta mempunyai jeram yang termasuk ekstrim. Arung jeram di sungai ini harus dikerjakan oleh orang yang profesional.

Setelah itu, kata Miki, wisatawan juga mesti memerhatikan cuaca serta debet arus sungai. Bila cuaca hujan yang menyebabkan debet air sungai melampaui batas aman jadi wisatawan tak diperbolehkan untuk arung jeram. Juga, saat kemarau, debet air sangatlah kecil hingga banyak bebatuan yang bisa saja membahayakan wisatawan.

Jika anda berminat untuk mencoba Jeram Grade 3 di Sungai Cimanuk Garut, bisa langsung menghubungi admin blog ini dan tidak usah takut seandainya tidak punya kemampuan untuk berenang dikarenakan anda akan didampingi guide dan skyper yang ahli dan sudah berpengalaman di beberapa jalur pengarungan yang ada di kabupaten Garut.

Tempat Arung Jeram yang Aman Buat Anak-anak


Arung Jeram di Garut saat ini terbantu sekali dengan inovasi Garut Tour Guide terbaik dan paling berpengalaman di kabupaten Garut yaitu HDG Team Trip Planner & Tour Organizer sebagai pemandu wisata kawakan dan profesional mereka terus menggali potensi wisata di Garut diantaranya olahraga dan wisata Arung Jeram Garut.

Berbagai kendala seperti arus yang tidak bisa mendorong perahu pada musim kemarau disikapi dengan cerdas oleh HDG Team dengan membuat salah satu Team Building dan Outbound terobosan baru berupa Arung Jeram di Air Tenang Menghanyutkan yang merupakan salah satu games dalam pilihan HDG Team Extraordinary Games.

Arung Jeram di Danau Menghanyutkan Kampung Sampireun


Arung Jeram di Air tenang menghanyutkan bukan hanya aman bagi anak-anak akan tetapi buat manula dan kakek nenek sekalipun dipersiapkan skyper dan guide HDG Team yang sudah berpengalaman di olahraga arung jeram tanpa mengurangi keasyikan dan kemeriahan dan deg-deg an olahraga yang terbilang cukup ekstrim ini.

Mengambil tempat di salah satu Hotel di Garut tepatnya di Kampung Sampireun, HDG Team sebagai Garut Tour Guide yang pertama dan paling dipercaya mendampingi berbagai rombongan besar yang berlibur ke Garut membuat konsep outbound terobosan baru ini.

Untuk lebih detailnya bisa dilihat di dokumentasi foto dan video koleksi dari Garut Tour Guide HDG Team, sehingga kami bukan hanya berbagi bual dan cerita tapi fakta nyata kondisi real di lapangan.

Pengalaman salah satu keluarga yang kebingungan saat ingin membawa anak-anaknya mencoba Wisata Arung Jeram.

Arung Jeram, Bahaya Gak Buat Anak Kecil ?

Arung jeram? Beberapa orang yang menduga olah raga ini beresiko terlebih untuk anak-anak. Namun di media social, koran serta majalah banyak photo yang tunjukkan bahwa olah raga ini aman untuk anak kecil.

2 th. waktu lalu (saat itu masih tetap kelas 3 SD) lantaran jemu berkunjung ke obyek wisata di bali yang itu itu saja ayah tiba tiba mengajak arung jeram. Ayah pilih tempat arung jeram di sungai ayung di desa payangan ubud, pada awal mulanya ayah sudah bikin janji dengan pengelola arung jeram di sungai ayung yang nyatanya memiliki reputasi sangatlah baik.

Ayah pilih tempat di sungai Ayung lantaran sungai ini termasuk juga grade 3 untuk arung jeram. Jadi masih tetap termasuk aman untuk pemula serta anak-anak. Perjalanan dari hotel di lokasi Kuta ke tempat arung jeram di Ubud mengonsumsi saat 2 jam lebih.

Setibanya disana kami membayar ticket serta selekasnya memperoleh pemandu atau instruktur arung jeram. Operator membagikan perlengkapan yang diperlukan, rompi pelampung, helm pelindung serta dayung. Lalu pemandu mengajak kami menuju ke sungai dengan jalan kaki. Nyatanya sungainya jauh dibawah tebing yang curam, kami menuruni kian lebih 500 tangga terasering berkelok kelok yang melelahkan. Namun yang menarik waktu menuju tempat yaitu banyak pohon pohon, hawa merasa sejuk, kicau burung serta situasi yang tenang serta beri kesegaran.

Arung Jeram di Dampingi Oleh Pemandu

Di pinggir sungai kami pernah memperoleh briefing tentang keselamatan dalam perjalanan. Situasi di pinggir sungai semakin ramai lantaran banyak turis asing mulai berdatangan. Serta banyak juga perahu karet arung jeram dari operator lain yang telah melalui tempat kami sembari berteriak teriak berikan salam.

Saya suka bukanlah main saat pemandu mulai mengajak kami naik perahu serta pelan pelan berikan instruksi untuk mendayung sesuai sama arus, kecepatan serta arahnya. Inilah petualangan yang indah lantaran kami menelusuri sungai selama 12 km sepanjang 2 jam. Melalui arus sungai yang deras berbatuan, air terjun serta rimba hujan tropis di kiri serta kanan tebing sungai dengan aneka burung serta monyet yang bergelantungan.

Dengan arus yang deras perahu karet dapat meluncur tanpa ada didayung, namun untuk hindari batu batu yang besar serta arus yang deras kita mesti mengatur kecepatan serta arah perahu dengan dayung. Bila instrukturnya tak memiliki pengalaman serta kita tak kompak perahu karet dapat menabrak batu serta terbalik. Tantangan inilah yang perlu dilalui tiap-tiap ada jeram yang kuat serta kami melewatinya dengan suka. Teriakan teriakan luapan keceriaan dari satu perahu ke perahu lain selalu bersahutan dari satu jeram ke jeram yang lain selama 12 km itu. Suasananya benar benar ramai serta mengasyikkan.

KOMENTAR