Festival Gebyar Pesona Budaya Garut 2019

135

Ketika menyebut nama Garut, mungkin orang selalu tertuju pada dodol Garut yang memang sudah kondang sejak dulu. Kepopulerannya tak sebatas di dalam negeri, melainkan juga sampai mancanegara. Dodol Garut seperti sudah menjadi buah tangan wajib bila orang berkunjung ke Garut.

Namun Garut pastinya bukan sekadar dodol. Salah satu kabupaten di Jawa Barat ini juga kaya akan tradisi dan budaya. Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) menjadi semacam ajang untuk menunjukkan kekayaan tersebut, sekaligus untuk melestarikan seni-budaya dan sebagai promosi kepariwisataan wilayah tersebut.

Digelar mulai 14 sampai 18 Oktober 2019, GPBG 2019 akan menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya, yang diharapkan bisa menjadi daya tarik kuat untuk mendatangkan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Atraksi seni-budaya itu meliputi kirab Cingcot, Domba catwalk, batik Garutan, pertunjukan seni, dan beberapa atraksi menarik lainnya. Selain itu, ada pula pameran dan bazar hasil kerajinan setempat, misalnya kerajinan kulit berupa tas, jaket dan sepatu.

Sejak dulu sebenarnya Garut sudah populer, bahkan memasuki abad ke-20 ia punya julukan sebagai “Swiss van Java” atau Swiss-nya Jawa. Kala itu Garut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling menarik di dunia, terutama wisata alamnya. Kabarnya, banyak orang terkenal berlibur di Garut untuk menikmati bentang alamnya yang mengagumkan.

Festival Gebyar Pesona Budaya Garut 2019

Alam yang terdiri atas dataran dan cekungan antargunung menjadikan Garut memiliki berbagai pilihan untuk berwisata alam, dari suasana pantai sampai pegunungan. Jadi, selain menyaksikan gelaran seni dan budaya di GPBG, sempatkan pula untuk menikmati lokasi-lokasi yang menawarkan keindahan alam.

Sejumlah destinasi yang menarik dikunjungi antara lain Pantai Rancabuaya dengan air terjun mininya, Pantai Taman Manalusu, Curug Mala, Curug Cibadak, Pantai Cijeruk, Curug Ciarjuna, Curug Nyogong, dan Kebun Mawar Situhapa. Jika Anda menggemari petualangan, ada Gunung Guntur yang menarik untuk didaki; ketinggiannya 2.249 meter di atas permukaan laut.

Tentunya masih ada tempat-tempat lain yang juga menarik, seperti Gunung Piramida Sadahurip yang sempat ramai diperbincangkan – berkait rumor adanya sebentuk piramid di dalam gunung, hutan pinus Leuweung Oko, pemandian air panas Sukasono, Puncak Guha, dan hutan mati Gunung Papandayan, dan lain-lain.

Lantaran tak punya bandara, Garut hanya bisa dicapai lewat jalur darat. Dari ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung, Garut berjarak sekitar 60 km, dan sekitar 200 km dari Jakarta. Banyak pilihan bus umum baik dari Bandung maupun Jakarta menuju Garut, begitu pula sebaliknya. Soal hotel atau penginapan, tak ada yang perlu dikhawatirkan; banyak pilihan untuk menginap dari hotel berbintang sampai penginapan kelas backpacker.

Narahubung:
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat
Telepon: +62 22 7273209; +62 22 7103605
Email: disparbud@disparbud.jabarprov.go.id; pariwisatakebudayaanjabar@yahoo.co.id
Situs web: www.disparbud.jabarprov.go.id

KOMENTAR