Samarang Sudah Go Online Berbasis Akun Warga, Kecamatan Anda Kapan?

463

Web desa, web kecamatan, dan web apapun kadang seperti kuburan, ramai dipermulaan saja ketika pertama kali dibuat, admin masih semangat mengisi konten dan warga juga penasaran untuk melihat webnya.

Tapi itu hanya sementara, web baru aktif lagi pada hari hari tertentu, terutama ketika mengikuti perlombaaan, selebihnya web sepi dan makin lama makin sepi tanpa pengunjung.

Kecamatan Samarang Go Online

Web desa, web kecamatan, dan web apapun kadang seperti kuburan, ramai dipermulaan saja ketika pertama kali dibuat, admin masih semangat mengisi konten dan warga juga penasaran untuk melihat webnya.

Tapi itu hanya sementara, web baru aktif lagi pada hari hari tertentu, terutama ketika mengikuti perlombaaan. Selebihnya web sepi dan makin lama makin sepi tanpa pengunjung.

Kondisi demikian sudah menjadi gejala umum di hampir seluruh instansi dan organisasi termasuk di pemda dan sekolah yang membangun web sekedar informasi saja.  Website mereka selalu bernasib sama menjadi sepi, lama-lama mati!.

Itulah yang membangkitkan motivasi aparat kecamatan samarang dengan diinisiasi oleh Sekretaris Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, untuk menghidupkan kembali website dengan pola baru yang lebih partisipatif.

Inisiatif tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi kepada aparat kecamatan lainnya dan juga kepada seluruh desa. Hari Selasa Tanggal 4 September 2018 bertempat di Aula Kecamatan Samarang Kabupaten Garut. Pihak kecamatan dan dihadiri oleh 13 Desa di wilayah adminitrasi Kecamatan Samarang membangun komitmen untuk kecamatan Samarang Betah dan Go Online.

Tentu bukan sekedar go online dengan pembuatan web kecamatansamarang.net, tetapi sebuah gerakan online yang melibatan masyarakat, desa dan kelurahan.

Untuk akselerasi inovasinya, Kecamatan Samarang berkolaborasi dengan klipaa.com sebuah platform media sosial, berita, dan portal desa. Klipaa membantu setiap warga di Kecamatan Samarang yang memiliki smartphone untuk  mempunyai akun warga.

Akun warga di klipaa.com akan terkoneksi dengan halaman web desa, dan halaman web desa terkoneksi dengan halaman pelayanan masyarakat di kecamatan samarang secara online.

Ada 5 terobosan  kecamatan samarang online, atara lain adalah sebaai berikut:

  1. Kolaborasi Kecamatan Samarang dengan klipaa.com dan berkolaborasi dengan para maestro search enggine optimation (SEO), dan Sosial Media Marketing dari www.hoteldigarut.net (CV Hotel di Garut) yang sekarang sudah mempunya divisi baru yang lebih Global CV HdG Team di alamat situs www.hoteldiindonesia.net (Hotel Development Group). Sehingga gerakan warga online yang dimulai dari kecamatan Samarang akan diviralkan agar menjadi gerakan warga lebih luas se Garut.
  2. Merupakan yang pertama di Garut, dan akan terus menjadi model dalam skala Jabar dan Nasional.
  3. Integrasi dengan akun warga, dimana warga bisa punya akses untuk mengisi web desanya, juga bisa terkoneksi dengan website dan pelayanan online kecamatan.
  4. Potensi Unggulan Desa tidak hanya bisa diisi oleh admin desa, tetapi oleh seluruh warga desa, yang sudah mempunyai akun warga, sehingga informasi desa akan lebih dinamis, dan tidak tergatung pada orang desa saja.
  5. Pelibatan warga desa yang aktif secara online diharapkan dapat mencapai ratusan  bahkan ribuan orang dari berbagai stakeholders. Seperti RT/RW, pemuda desa, bidan desa, guru, para pengusaha, dan kelompok lain yang mempunyai concern pada pengembangan sistem informasi dan pembangunan desa.

Dalam sosialisasi awal seluruh desa sangat antusias dan gembira selama proses awal sosialisasi. Bahkan ada 5 desa di Samarang yang sudah mengikuti pelatihan dan dibantu dibuatkan web oleh pihak kemendes di Jakarta pun tetap antusias.

Mereka mengaku bahwa konsep online dalam kerangka ‘samarang go online” ini sangat berbeda pendekatannya dengan web yang selama ini ada, karena warga bisa mengisi data di web desa.

Akun warga ini yang jelas akan memudahkan kerja admin, karena siapapun dapat dengan mudah berkontribusi membangun web desanya masing-masing. Pada saat acara para peserta di masing-masing desa diajari bagaimana membuat akun warga di klipaa.com yang nanti akan di-link-kan dengan website dan layanan ke kecamatan.

Mereka juga langsung praktek menjadi pengelola halaman web desa masing-masing. Mereka juga antusias dalam mencoba mempromosikan potensi desanya masing-masing.

Tentu saja mempromokan produk unggulan desa juga dengan pilihan kata-kata se-kreatif mungkin.  Upaya membangkitkan kreatifitas peserta cukup berhasil, ternyata ketika mereka ditantang untuk kreatif,  banyak sekali muncul idea-idea keren dari para peserta kegiatan.

Peserta memilih kata kata “topi menuju surga” untuk produk kopiah haji, “jangan lupakan boboko” untuk produk boboko dari bambu, dan pilihan kata “dingin romantis” untuk mengajak wisatawan datang ke desanya.

Tentu hal ini menambah optimisme bahwa siapapun bisa sangat kreatif, bisa inovatif asal diberi kesempatan diberi ruang dan didorong terus agar aktual. Gerakan online dari Samarang membawa pesan bahwa sudah semestinya pendekatan online dapat menjadi banyak solusi membangun kesadaran masyarakat secara lebih masif.

Di masa depan diharapkan sesama warga saling terhubung dengan desa dan kecamatan secara online dan realtime.  Demikian juga konten-konten informasi dapat diarahkan untuk membangun kesadaran bersama seperti kesadaran pengelolaan sampah, kesadaran mengelola lingkungan, mengkonsolidasi event warga dan meningkatkan kepedulian warga terhadap warga lain yang menjadi kelompok rentan.

Saatnya ICT menjadi solusi, membangun kehidupan dan tatakelola masyarakat yang lebih bermutu tinggi.

KOMENTAR