Menyingkap Rok Mini Politik dibalik Isu Mahfud MD & PHP

3909

Interest publik saat ini apalagi kalau bukan soal calon wakil presiden.  Adalah acara di televisi  tentang kegagalan Prof Mahfud MD  menjadi Cawapres Jokowi yang menjadi perbincangan paling hangat hari ini. Publik dikejutkan dengan fakta dibalik pemilihan pak Ma’ruf Amin sebagai Cawapres.

Saat Mahfud MD menyingkap ‘Rok Mini Politik” dan memperlihatkan ‘Aurat Politik’ yang seksi untuk jadi tontonan yang sangat menarik dan menjadi trending topik.  Publik menjadi tahu, apa sesungguhnya yang terjadi ketika tabir misteri telah dibuka, ‘ada beberapa borok di paha yang awalnya dikondisikan terlihat mulus’.

Ilustrasi Foto Asep Hendra Bakti Amd Caleg Partai Golkar Dapil 5 Kabupaten Garut

Asep Hendra Bakti

Inilah wajah politik negeri ini, disajikan oleh Prof Mahfud MD dengan sangat telanjang!

Kekagetan Prof Mahfud MD yang tiba-tiba harus gagal jadi Cawapres di hitungan jam adalah juga keheranan dan pertanyaan kita semua. Apa yang kurang dari Prof Mahfud, integritas, kapasitas, dan kecintaan pada ke-Indonesiaan tidak diragukan. Profesor baik hati yang harus diberi harapan palsu di detik terakhir.

Hasrat Kekuasaan

Sungguh mengerikan, kekuasaan menjadi hasrat yang maha dahsyat dari elit ormas dan bahkan kalangan keagamaan. Kekuasaan memang merangsang  sehingga  semua elit berjuang dengan cara apapun, agar dapat duduk di kursi empuk penuh fasilitas. Apalagi cawapres!  Semua kubu di elit politik “berkelahi” untuk jabatan.  Di elit negeri ini dalam dua minggu terakhir sampai  kita mendapati  kabar “uang ratusan milyar” untuk cawapres  di salah satu kubu, dan cawapres yang  dikapling oleh segelintir elit politik dan ormas keagamaan, dengan modal “ancaman”.

Bagi politisi dari partai apapun apa yang disampaikan oleh Prof Mahfud itu tidak ada hal yang mengejutkan. Karena itu biasa-biasa saja, dalam politik sangat biasa terjadi.  Politik menjelma jadi alat kekuasaan yang harus direbut.

Sebetulnya yang agak mengejutkan mungkin adalah ungkapan Prof Mahfud MD di ILC tadi malam. Bagi publik, terutama yang mengamati politik elit dengan hati nurani. Kesaksian prof Mahfud ini sangat menyakitkan. Mereka terkejut sebagian marah, sebagian lagi mengelus dada. Mereka berfikir akan ada yang malu, aibnya terbongkar, sayang harapannya tidak akan terjadi, karena dalam politik bukan saja harus jadi raja tega kadang-kadang harus tak tahu malu! Hasbunalloh Wani’mal Wakil

Fakta-fakta Politik

Dulu Prabowo akrab dengan Megawati duduk satu meja, kampanye bareng, beberapa waktu kemudian tiba-tiba jadi ‘berantem hebat’. Dulu di jakarta aktivis PKS menista nasdem sebagai penista agama tapi di Garut nasdem dirangkul untuk sebuah kekuasaan.

Dulu JK bilang jika jokowi dipilih sekedar karena dia populer bisa hancur negara ini, kini sekarang berbalik menjadi wakilnya.  Ancam mengancam PKS pada Prabowo, ancam mengancam NU pada Jokowi menjadi isyarat sangat jelas untuk memahami politik.

Janji kampanye Jokowi tentang sistem online yang hanya “dua minggu selesai” itupun ternyata dusta, tidak terwujud.  Di sisi lain semangat prabowo  yang dalam perdebatan sangat berapi-api dalam melawan korupsi dengan kata “melawan bocor”,  itu juga dusta karena Bacaleg Gerinda paling banyak mantan narapidana korupsi!.

Isu Seksi

Ada yang bilang pak Mahfud polos, menyingkap rok politik sehingga aurat politik terbuka nyata di depan publik. Nampaknya tidak demikian, pak mahfud hanya sedang bercerita, sedang memberi pelajaran tentang politik.

Tentu saja ada yang kesal dan bahagia. Yang kesal yang merasa auratnya tersingkap, hasratnya terekspose, dan retorika terbantahkan.  Yang bahagia tentu mereka para oposisi, yang mendapat info segar untuk dapat digoreng menjadi viral. Isu teramat seksi untuk jadi bahan serangan. Kabar buruk adala kabar baik bagi oposisi dan kabar semakin buruk adalah kabar yang paling ditunggu, dinantikan dan dirayakan.

Renungan

Selayaknya kita sedih , karena muara politik kita berakhir pada “kardus” dan “intimidasi”. Uang sebagai instrumen dan kekuaaan menjadi berhala baru.  Fakta-fakta kemiskinan, kerusakan lingkungan, kemandirian bangsa, pengangguran dan ekonomi nasional tidak mendapat tempat yang memadai.

Menjadi negara besar dan terhormat perlu dibangun oleh orang-orang penuh integritas. Mereka yang rela berkorban untuk kepentingan yang lebih besar. Kepentingan bangsa dan negara.

Kita sudah jauh tertinggal dari Korea Selatan, dan China, dari Singapura, dan Malaysia mereka yang dulu berjalan bersama kita di masa-masa sulit awal kemerdekaan telah jauh melejit.   Saatnya publik terus menerus menggunakan segala instrumen informasi untuk mengawal para politisi dan elit agar tidak terlampau tersesat jauh meninggalkan tujuan-tujuan besar kemerdekaan kita.

KOMENTAR