Aa Usep Ebit Mulyana Bukan Politisi Bangkai!

424

AA Usep Ebit Mulyana adalah salah satu calon DPD terunik juga keren serta anti mainstream dari Jawa Barat di zaman now!. Lelaki yang terkategori mahluk langka, Ia tidak lahir dari pusat kekuasaan, juga bukan dibesarkan oleh keluarga pebisnis besar, tidak juga keluarga politik, atau artis yang tiba-tiba oportunis!.

Dia adalah Lelaki aktivis sejati, yang memulai peduli sejak berusia belasan tahun. Pernah menjadi ketua FPPI Cabang Garut. Teman dekatnya mengenal lelaki muda 33 tahun ini sebagai salah satu simbol perlawanan keras tanpa kompromi, tapi dengan muka tetap tersenyum tanpa dendam.

Dia selalu tidak setuju dengan praktek politik kotor. Perlawanannya keluar Bersama gagasan yang segar mengalir seperti mata air pegunungan. Aa Ebit bisa punya gagasan yang lengkap tentang banyak tema kehidupan, menuju Indonesia baru!.

Ebit selalu memberi pencerahan kepada para juniornya tentang pentingnya integritas, memelihara semangat juang, namun tetap tanpa ekspresi menggebu, dan apalagi menuding-nuding kesalahan orang lain. Tidak terbawa badai tuding menuding seperti sedang trend pada politisi saat ini.

Kalem, cerdas, muda, dan selalu memiliki perspektif unik yang membuat lawan politik terpaksa mengangguk setuju, dan temen-temannya menikmati “pertunjukan” gagasan Ebit. Sebuah idea keren sering terlontar untuk memberi alternatif jalan keluar, atau sekedar membunuh lawan politik dengan “jenaka”.

Kami menyebutnya, “Pertunjukan Politik Ebit”, Jangan pernah dilawan!!!
AA Ebit adalah opsi menyenangkan dan logis untuk mencegah Politisi bangkai menguasai panggung.

Apa itu politisi bangkai? Mereka para politisi yang hidup dan berkembang di atas “bangkai” keburukan saudaranya sendiri!.

Kemanapun dia pergi selalu menyajikan data busuk penuh kebencian, dan hampir tanpa gagasan!. Dia tidak tahu bagaimana cara membangun negara, karena hanya terampil bergosip politik!. Kalau hanya bergosip politik, siapapun sebetulnya sangat bisa. Politisi yang hanya pandai beretorika dengan senyuman manis dan bijak yang pura-pura sudah tidak laku lagi di zaman ini.

Memilih Aa Ebit adalah bagian dari perlawanan pada politisi bangkai itu. Kita butuh figure yang tidak mudah terinfeksi menjadi politisi bangkai, dan sekedar bisa share info negatif di media sosial dan panggung-panggung kebencian. Kita butuh spirit yang menyatukan bukan energi perpecahan, kita butuh imajinasi positif bukan fiksi kengerian, negara ini perlu dibangun dengan gembira bukan dengan luka-luka!

Kita menolak juga politisi bangkai bentuk lain, politisi yang sudah lama “mati” gagasannya, mati idea kreatifnya, mati minat membincangkan masyarakat, dan mati dari rasa ingin berkorban!. Ini adalah bangkai yang juga sama tidak menyenangkan, karena jika bangkai politik kita beri pilih dan menguasai panggung, maka betapa nestapanya warga Jabar terjangkit wabah kebusukan!.

Kita butuh politisi bukan bangkai, yang tidak gemar menuding kesalahan orang, tapi mengajak bergandeng tangan, politisi yang cekatan dan peka pada soal-soal kemiskinan, pada ketidakadilan pada system yang keliru. Aa Ebit Mulyana salah satunya politisi yang masih sangat “hidup”. Perlu didukung agar terus hidup dan memberi warga dan mengharumkan kita!

Aa Ebit memang bukan tokoh terkenal, tapi memilihnya tidak akan seperti pepatah “memilih kucing dalam karung”. Karena bisa ditelusur jejak perjalanan politiknya. Sejak usia dua puluh tahunan dia sudah menginisiasi calon independent di Kabupaten Garut, sampai kemudian berhasil memenangkan Aceng Fikri menjadi Bupati.

Pada saat Bupati Garut masih berkuasa, Ebit adalah penggagas dan tim sukses yang mendeklarasi untuk pertama kali ke KPU tentang calon independen, tapi tanpa ragu meninggalkan ketika berbeda pandangan!.

Tidak ada kompromi sekalipun itu kawan, atau kepada penguasa yang sekalipun kekuasaan diperjuangkan Bersama sama. Itu terbukti ketika dia meninggalkan seniornya sendiri Bupati Garut, pada masa itu!. Bukan karena uang, tapi karena prinsip yang harus diperjuangkan!

Jadi memilih Aa Ebit adalah sebuah jawaban cerdas, untuk melihat sebuah pertunjukan politik perlawanan AA Ebit dengan cara yang unik. Dia terbukti “gagal dibusukan” sekalipun sekelilingnya membusuk. Dia juga terbukti “gagal dibayar” ketika sebagian temannya menentukan tarif untuk menghentikan perlawanan terhadap penguasa!.
Ebit Gak Bisa Dibayar, Itulah track Reccord politiknya!.

Kita masyarakat Barat yang relative tenang, santun elegan, penuh cita rasa, perlu sebuah representasi wakil di DPD RI yang juga tenang, santun, juga penuh nyali dan kritis. Tenang dan santun karena kita dibesarkan dalam alam yang indah dan rupawan, “sepotong surga” priangan. Santun dan kritis karena besar dalam kelas santri dan sekolah, serta bernyali sebagai trah siliwangi!.

Jika anda masih ragu untuk memilihnya karena muda, inilah saatnya kaum milenial mengambil peran, jika masih gak yakin karena kapasitasnya, tanyakan pada seluruh temannya. Jika masih ragu karena fisiknya yang kurang gagah, maka tatap saja matanya, rasakan energinya, tanya pada hatimu yang paling dalam.

Ebit siap menjadi semacam penampung terhadap seluruh muntahan kekecewaanmu pada wakil yang banyak diam!.

Semoga kehadirannya dapat menjadi semacam ragi, yang bahkan dapat membuat para politisi bangkai ter-dekomposisi menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman!.

Itulah halaman depan dari buku perjuangan milik AA Ebit Usep Mulyana, mari kita beri kesempatan dia untuk menambah “halaman perjuangannya” menjadi DPD Jawa Barat di Senayan, Untuk Jawa Barat semakin di depan, Jawa Barat Semakin Juara!
Jangan Pilih Politisi Bangkai!

KOMENTAR